BATANG – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Batang menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Manajemen Reputasi Digital Organisasi dan Bimbingan Teknis SIM SatuMu di SD Muhammadiyah Limpung, Ahad (25/1/2026). Kegiatan ini diikuti sekitar 100 peserta yang berasal dari lima cabang Muhammadiyah, yakni Pecalungan, Limpung, Tersono, Banyuputih, dan Gringsing.
Pelatihan yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kader dan pimpinan Muhammadiyah dalam mengelola reputasi organisasi di ruang digital, sekaligus memperkuat pemanfaatan Sistem Informasi Muhammadiyah (SIM) SatuMu sebagai basis data dan administrasi organisasi.
Ketua PDM Batang dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi regenerasi pimpinan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi. Ia menyampaikan bahwa Muhammadiyah perlu menyiapkan kader yang tidak hanya kuat secara ideologis, tetapi juga cakap dalam mengelola informasi di era digital.

“Tujuan utama kegiatan ini adalah menyiapkan regenerasi pimpinan yang lebih melek teknologi informasi, mampu mengelola reputasi organisasi, serta aktif memanfaatkan sistem digital Muhammadiyah secara profesional,” ujar Ketua PDM Batang.
Menurutnya, tantangan organisasi ke depan tidak hanya terletak pada penguatan ideologi dan gerakan dakwah, tetapi juga pada kemampuan mengelola citra, informasi, dan data organisasi di ruang publik digital. Oleh karena itu, pelatihan ini dipandang strategis untuk memperkuat posisi Muhammadiyah di tengah arus informasi yang semakin cepat.
Hal senada disampaikan Sekretaris PDM Batang. Ia mengingatkan para peserta agar tidak ragu menunjukkan identitas ke-Muhammadiyahan dalam aktivitas organisasi maupun di ruang digital.
“Jangan pernah malu atas identitas kita sebagai warga Muhammadiyah. Identitas itu justru harus menjadi kekuatan moral dan intelektual dalam mengelola organisasi serta berkontribusi di masyarakat,” tegasnya.
Sekretaris PDM menambahkan, keterbukaan informasi dan kejelasan identitas organisasi menjadi kunci dalam membangun kepercayaan publik. Menurutnya, pengelolaan reputasi digital yang baik akan membantu Muhammadiyah menjaga marwah persyarikatan sekaligus memperluas jangkauan dakwah.
Kegiatan ini menghadirkan materi tentang strategi manajemen reputasi digital, etika bermedia sosial, serta praktik penggunaan SIM SatuMu untuk pendataan anggota, amal usaha, dan administrasi organisasi. Peserta dibekali pemahaman mengenai pentingnya konsistensi narasi, akurasi informasi, dan kecepatan respon dalam menghadapi isu di dunia maya.

Salah satu peserta dari Cabang Pecalungan menyampaikan bahwa pelatihan ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan pengelolaan informasi di tingkat cabang. Ia menilai, selama ini banyak potensi kader yang belum optimal karena keterbatasan pemahaman teknologi.
“Kami jadi lebih paham bagaimana menjaga citra organisasi di media sosial dan memanfaatkan sistem informasi secara tertib. Ini sangat membantu kerja-kerja persyarikatan di lapangan,” katanya.
Panitia pelaksana menyebutkan, kegiatan ini dirancang sebagai langkah menuju standardisasi pengelolaan data dan reputasi digital di seluruh cabang Muhammadiyah se-Kabupaten Batang.

